Rabu, 07 Februari 2024

PERINGATAN ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1445H

Rabu, 7 Februari 2024, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kaligarang Keling, Jepara, menggelar kegiatan peringatan Isra' Mi'raj tahun 1445 H yang penuh makna. Kegiatan ini diawali dengan semangat baru dari Kepala Sekolah yang baru, Ibu Sri Noor Hasanah, yang secara resmi membuka acara dengan penuh harap dan semangat.

Hikmah Isra' Mi'raj menjadi fokus utama kegiatan ini, dengan tema "Isra' Mi'raj dan Pembentukan Moralitas Bangsa". Bapak Arif Rahman Hakim, sebagai narasumber, memberikan paparan yang menginspirasi tentang hubungan antara peristiwa Isra' Mi'raj dan pembentukan moralitas dalam membangun karakter bangsa. Peserta, terutama siswa-siswi, mendengarkan dengan penuh perhatian dan antusias.

Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian game yang dipandu oleh Ibu Dewi Zahrotul Fitri. Game ini dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk memberikan pemahaman lebih dalam terkait nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat diambil dari kisah Isra' Mi'raj. Siswa-siswi dengan riang gembira mengikuti setiap permainan, menciptakan atmosfer yang ceria dan penuh keakraban di lingkungan sekolah.

Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap kegiatan, baik itu dalam mendengarkan paparan, berinteraksi saat game, maupun dalam mendukung teman-teman mereka. Kegiatan berlangsung dengan meriah dan penuh keceriaan, menciptakan kenangan indah sekaligus meningkatkan rasa kebersamaan di antara seluruh komponen sekolah.

Peringatan Isra' Mi'raj tahun ini tidak hanya menjadi momen refleksi keagamaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai moralitas dan solidaritas di kalangan siswa dan seluruh warga sekolah. Diharapkan, semangat Isra' Mi'raj ini akan terus menginspirasi perjalanan pendidikan di SDN 2 Kaligarang Keling menuju masa depan yang lebih baik.

Senin, 05 Februari 2024

SERTIJAB KEPALA SDN 2 KALIGARANG


Jepara, 5 Februari 2024. Suasana haru dan antusias memenuhi ruang Kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kaligarang, ketika dilakukan serah terima jabatan kepala sekolah. Acara tersebut merupakan momentum penting dalam perjalanan pendidikan di SDN 2 Kaligarang, dimana Ibu Wuryaningsih, S.Pd.SD, yang telah mengabdi dengan penuh dedikasi sebagai kepala sekolah, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Ibu Sri Noor Hasanah, S.Pd.SD.

Seremoni serah terima jabatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Koordinator Satuan Koordinasi Pendidikan Kecamatan (Satkordikcam) Keling, Bapak Hery Prasetyo, S.H. Keberadaan Bapak Hery Prasetyo sebagai Koordinator Satkordikcam menambah kekhidmatan acara, menandakan betapa pentingnya peristiwa ini dalam lingkup pendidikan di Kecamatan Keling.

Tidak hanya itu, hadir pula Pengawas Sekolah Dasar Dabin 1, 2, dan 3, bersama dengan Pengelola Kepegawaian, Ketua Dabin 2, Kepala Sekolah SD Dabin 2, dan Kepala Taman Kanak-kanak (TK) se-Kaligarang. Mereka turut menyaksikan momen bersejarah ini sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap kelangsungan pendidikan di wilayah tersebut.

Selain itu, Komite SDN 2 Kaligarang juga turut serta dalam acara ini, memberikan apresiasi atas peran Ibu Wuryaningsih selama kepemimpinannya dan memberikan dukungan penuh kepada Ibu Sri Noor Hasanah yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Petinggi Kaligarang yang turut hadir menambah semarak acara, menunjukkan sinergi antara sekolah dan masyarakat dalam pembangunan pendidikan di daerah tersebut.

Dalam pidato serah terima jabatan, Ibu Wuryaningsih menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan selama ini dan mengharapkan agar Ibu Sri Noor Hasanah dapat melanjutkan perjuangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDN 2 Kaligarang. Sementara itu, Ibu Sri Noor Hasanah berjanji untuk melanjutkan kebijakan yang telah dibangun, dengan mengemban tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh integritas dan dedikasi.


Dengan penuh semangat, serah terima jabatan ini menciptakan momentum positif bagi SDN 2 Kaligarang, di mana harapan dan cita-cita untuk masa depan pendidikan yang lebih baik terus berkembang.

Minggu, 03 April 2022

 


Assalamu’alaikum …

 Sebentar lagi Ujian Sekolah akan kita hadapi, banyak hal yang harus dipersiapkan. Bagaimanpun juga Ujian Sekolah masih menjadi penentu keberhasilan kita dalam menyelenggarakan proses KBM di sekolah. Beberapa saat menjelang ujian sekolah banyak siswa yang mengalami stres, cemas dan takut. Kondisi seperti ini sangat sering terjadi karena siswa merasa takut akan hasilnya yang kurang memuaskan. Saking stresnya ada juga siswa yang mengeluh hingga memiliki berbagai alasan untuk tidak masuk sekolah. Daripada melakukan hal-hal seperti itu sebaiknya menggunakan waktu yang dimiliki untuk belajar materi pelajaran yang diujikan. Selain itu, ada beberapa tips menghadapi ujian sekolah yang bisa kamu terapkan. 

Download Buku Kegiatan Ramadhan    + Cover

Inilah 6 Tips Menghadapi Ujian Sekolah 

1. Belajar dari Jauh-jauh Hari

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh siswa adalah belajar dengan menggunakan sistem kebut semalam (SKS). Sistem belajar seperti ini kurang efektif karena hanya akan membuat kamu menjadi kekurangan waktu untuk istirahat. Waktu istirahat yang kurang tentu bisa berakibat buruk karena menjadi mengantuk dan kurang fokus ketika mengerjakan soal-soal ujian.

Kekurangan waktu istirahat juga akan membuat otak tidak bekerja dengan maksimal dan otak menjadi lebih sering blank. Kondisi ini mengakibatkan kamu kesulitan mengerjakan soal yang diberikan dan kehilangan konsentrasi. Supaya kejadian ini tidak menimpa kamu sebaiknya belajar dari jauh-jauh hari karena cara ini sangat efektif dan hasilnya juga lebih optimal.

2. Ciptakan Suasana Belajar yang Nyaman 

Belajar menjadi kunci keberhasilan kamu saat mengerjakan soal-soal ujian. Namun, tidak jarang siswa beralasan malas belajar karena belajar itu merupakan aktivitas yang membosankan. Padahal ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya belajar menjadi menyenangkan. 

Agar mood belajar kamu lebih baik disarankan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Pastikan suasana yang tercipta sesuai dengan kepribadianmu. Misalnya belajar di kamar yang bersih dan senyap, belajar di taman belakang rumah, dan sebagainya. Dengan menciptakan suasana yang nyaman tentu akan membuat kamu menjadi lebih betah belajar dalam jangka waktu yang lama. 

3. Sering Mengikuti Belajar Kelompok 

Jika kamu bosan belajar sendirian di rumah, tidak ada salahnya untuk mengikuti belajar kelompok. Kamu bisa mengajak teman-temanmu untuk belajar bareng supaya tercipta suasana belajar yang santai dan nyaman. Jumlah teman yang diajak tidak perlu terlalu banyak. Dua atau tiga orang saja sudah cukup untuk meminimalisir terlalu banyak mengobrol dan bercanda sehingga menjadi tidak fokus belajar. 

4. Pelajari Kisi-kisi Ujian 

Sebelum ujian sekolah berlangsung biasanya guru akan memberitahu kisi-kisi soal yang sering muncul di ujian. Soal-soal yang muncul di ujian tidak akan jauh-jauh dari kisi-kisi tersebut. Maka dari itu, kamu harus mempelajari kisi-kisi tersebut dengan sangat baik. Perlu diketahui jika kisi-kisi ini akan memudahkan kamu belajar dikarenakan materi pelajaran yang perlu dipelajari sudah tercantum dalam kisi-kisi tersebut. Jadi, kamu tidak perlu takut dan cemas lagi.

Download kisi-kisi PAI di sini 

5. Berlatih Mengerjakan Soal-soal 

Tips menghadapi ujian sekolah selanjutnya yaitu dengan memperbanyak berlatih mengerjakan soal-soal. Setelah kamu mempelajari dan memperdalam materi pelajaran, agar lebih menguasainya sebaiknya mengerjakan latihan soal. Dengan memperbanyak berlatih mengerjakan soal maka kamu akan terbiasa untuk mengerjakan berbagai tipe soal dan cara penyelesaiannya.

Karena itu, yuk kita mulai belajar dari sekarang. Klik tautan berikut ini :

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 1

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 2

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 3

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 4

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 5

6. Jagalah Kesehatan  

Segala persiapan menjelang ujian yang sudah dilakukan akan sia-sia jika kondisi tubuhmu drop sehingga jatuh sakit. Ketika tubuh dalam kondisi tidak fit tentu akan menurunkan semangat belajar. Jika tidak menginginkan kondisi ini menimpa kamu berarti harus menjaga kesehatan dengan baik. Caranya yaitu dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan sehat. 

Itulah informasi tentang 6 tips menghadapi ujian sekolah. Pada intinya sebelum ujian sekolah diadakan kamu harus mempersiapkannya dengan baik, salah satunya dengan belajar. Selain itu, kamu bisa menerapkan tips-tips yang disampaikan diatas. Dengan persiapan yang matang, ujian sekolah tidak lagi menjadi momok yang menakutkan untuk kamu lewati!

Wassalamu'alaikum...

Sabtu, 08 Agustus 2020

Operator Sekolah dalam Cerita

 Di Balik Sisi K***M Operator Sekolah

Operator Sekolah - Home | Facebook

Semua tahu bahwa Operator Sekolah (OPS) adalah personal yang bertugas mengisi data seluruh data internal sekolah, baik secara online maupun secara offline. Dan pekerjaan itu sudah saya tekuni semenjak tahun 2009 lalu, yah... sejak bergabung di SD.

Banyak hal yang saya temukan saat menjalani tugas sebagai OPS, misalnya sering tidur terlalu malam saat server aplikasi website penuh atau sulit untuk dijangkau, sehingga waktu pagi yang digunakan untuk mengajar pun terkuras akibat lelah kurang tidur. "Pekerjaan operator sekolah itu berat " kata beberapa teman OPS saya. Bayangkan saja dari pengisian data siswa, data sarana prasarana (fasilitas) sekolah, data guru, dan ada lagi data yang tidak tentu namanya, terkadang harus kami selesaikan dengan seksama.  Misalnya, dari dinas pendidikan ada surat edaran yang berisi mengenai subuah data yang harus segera dikumpul, mau tidak mau kami sebagai OPS sudah dihadapan laptop dan jari kami menari ria untuk mengetik tugas yang diberikan tersebut. Belum lagi OPS juga harus mengingat berpuluh-puluh alamat website yang harus dikunjugi, termasuk mengingat akun dan pasword PTK yang ada di sekolah kami.

Mungkin, bagi mereka yang belum pernah menjadi operator sekolah akan menganggap jika pekerjaan sebagai OPS hanyalah sebuah pekerjaan sampingan yang tidak berarti, belum pernah merasakan ­manisnya menjadi pejuang data pendidikan ini. Berat mengangkat sebuah batu masih bisa dirasakan dengan otot yang kekar, namun beratnya operator sekolah menguras daya pikiran dan kesehatan. Mengapa saya katakan begitu, misalkan sebagai contoh operator sekolah harus mengisi data sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan ukuran sebenarnya, karena tidak ada tim khusus yang bertugas mengukur atau menghitung sarana dan prasarana, maka tugas operator sekolah-lah yang mengukurnya sehingga nanti didapatlah data untuk diisi ke dalam aplikasi pendataan. 

Saat ini aplikasi pendidikan bukan saja Dapodik (Data Pokok Pendidikan), namun banyak juga turunan dari aplikasi dapodik yang harus diisi dengan sempurna agar mendapatkan data yang akurat.  Seperti aplikasi PMP (Pemetaan Mutu Pendidikan) yang seperti tidak ada habisnya. Jika ada pembaruan dan perubahan data yang akan kami lakukan adalah kami akan mengunjungi situs vervalpd, vervalgtk, vervalsp.

Mengolah absen Online yang bernama DHGTK (Daftar Harian Guru Tenaga Kependidikan) Mengolah dan akan ada tambahan lagi mengedit data hasil Face Print. Mengisi RUWINDO dan BOS-online yang seyogyanya ini tugas bendahara, namun karena bendahara rata-rata merasa punya kacung OPS, maka tugas pun ditunjukkan ke OPS.

Selanjutnya, mengisi Aplikasi Siplah dimana sekolahan bisa membeli buku pelajaran dan buku lain-lain. Untuk di sekolah menengah ada yang namanya Tata Usaha, mungkin tugas-tugas ini bisa dibebankan kepada mereka sebagai pekerja-pekerja data di sekolah. Tapi tidak untuk di SD, di SD rata-rata guru yang menjadi operator sekolah, memang ada juga operator sekolah yang langsung ditunjukkan oleh kepala sekolah di luar guru.

Danseterusnya....

Minggu, 15 Desember 2019

Seperti Apa Catatan Wali Kelas dan Saran Yang Anda Tulis di Raport?




Setiap akhir semester yang cukup bikin mumet Wali Kelas adalah saat mengisi nilai raport, terlebih raport K-13 yang WOW... jumlah input datanya. Salah satu yang sering terabaikan adalah saat mengisi kolom “saran atau catatan wali kelas”. Kebanyakan wali kelas mengisinya dengan simpel.

“Tingkatkan belajarmu”
“Pertahankan prestasimu”
dan lain-lain.

 Apakah anda menuliskannya juga seperti itu? Tidak ada salahnya memang, tapi bagaimana jika kita sedikit berinovasi dengan menggunakan kalimat lain yang lebih variatif? Semisal :

“Kamu anak yang cerdas, punya keingintahuan yang luar biasa, jika kamu bisa memanfaatkannya dengan baik suatu hari kelak kamu akan menjadi pribadi yang sukses.”

“Kamu anak yang aktif, suka hal-hal yang baru dan tidak pernah bisa diam itu menunjukkan kamu anak yang enerjik” (ini untuk anak yang selalu ribut dan suka berkeliaran di kelas).

“Kamu anak yang sopan, baik dan pandai menjaga perasaan teman terutama guru” (biasanya anaknya pendiam).

“Kamu anak paling rapi dan bersih. Ibu dan teman-temanmu sangat menyukaimu karena hal itu.”

“Ghofur, catatan dari Ibu untuk semester depan adalah: selalu berusaha untuk mematuhi tata tertib juga terhadap guru, tingkatkan motivasi belajar, pilihlah teman bermain yang tepat.”

“Nasehat ibu, fokus ketika belajar di kelas, dengan semangat dan kerja keras kamu bisa lebih baik di semester depan!”

“Ibu yakin, semester depan Bagas akan lebih baik, malas belajar adalah hambatan utama pelajar, karena itu BERSEMANGAT ya!”

“Bu Guru percaya, semester depan Anaf bisa lebih baik lagi, belajar lebih keras dan tetap bersemangat adalah kuncinya!”

“Melly, tetaplah bersemangat. Ibu percaya, kamu pasti bisa menjadi yang terbaik!”

“Tidak ada catatan buruk untukmu Sila, semester ini kamu yang terbaik. Tingkatkan dan pertahankan prestasi!”

“Semester depan pasti bisa lebih baik, Ibu percaya Titis anak pintar. Singkirkan rasa malas, maka dari itu paksakan dan tingkatkan semangat belajar!”

Dan masih banyak catatan-catatan lain yang bisa kita  sesuaikan dengan kepribadiannya masing-masing, kita tunjukkan kelebihan mereka. Memang awalnya sulit menulisnya, tapi yakinlah setiap anak pasti memiliki kelebihan masing-masing, sebandel-bandelnya anak, kalau kita mau jujur pasti punya kelebihan.

Misalkan di kelas kita ada murid perempuan yang omongannya kasar, hampir tiap hari melawan guru, jarang mengerjakan tugas, suka bolos, jangan tanya soal kemampuan belajar. Hasilnya hampir tidak ada yang bisa dibanggakan. Pokoknya hampir sulit mengungkapkan apa kelebihannya. Mungkin satu-satunya hanya ia terlihat cantik. Mirip-mirip Nisya Sabyan, coba saja tulis :

“Kamu anak yang cantik. Mirip Nisa Sabyan, Ibu sangat mengidolakannya. Semoga ibu pun bisa mengidolakanmu sebagai siswa yang mampu berhasil seperti Nisa di suatu hari kelak.”

Hasilnya?
Mungkin mereka akan senyum-senyum GR membacanya. Karena mereka tahu itu jujur tentang mereka. Yang pintar, yang (maaf) mungkin sering kita bilang bodoh, yang baik, yang bandel, yang pendiam semuanya tampak bahagia membaca ada dua baris kalimat pengakuan tentang diri mereka.
(mungkin lho ya...)

Dan (lagi-lagi mungkin) setelah membacanya, mereka akan saling bertanya:
"Apa yang ibu tulis untukmu?"
"Catatan kamu apa isinya?"
"Cieee, kamu dibilang anak yang pemurah hati dan gak pelit. Tapi bener sih. Kamu selalu kasih jajan ke aku."

Mungkin lagi, anak yang usil berkata:

"Ah, ibu wali kelas bohong tuh bilang kamu baik. Baik dari mana, dari Hongkong? Perasaan kamu paling bandel di kelas."
"Enak aja, emang aku sebenarnya baik kok, tapi tergantung gurunya."

Masalahnya terkadang kita terlanjur sewot dan dongkol sama anak yang bandel, hingga males rasanya mau muji-muji. Jangan, Bu. Mereka punya porsi yang sama untuk kita senangi. Punya hak yang sama untuk disayangi.

Saya tidak tahu apa tindakan ini sesuai dengan aturan administrasi kurikulum atau tidak. Tapi, sepertinya tidak ada salahnya jika mencoba untuk lebih membuka diri membaca kelebihan murid kita dan tidak gengsi mengakuinya. Tidak melulu membicarakan kelemahan mereka. Kelebihan di sini bukan semata-mata tentang prestasi ya, bisa juga kita tulis cenderung ke sifatnya sehari-hari.


Sekali lagi, semua itu baru dalam taraf mungkin. Karena memang saya bukan wali kelas atau orang yang pintar menghipnotis dengan kata-kata. Namun tidak ada salahnya kita mencoba hal-hal baru dengan segala kemungkinan dengan mengikuti arus perkembangan generasi milenial.

Saya yakin anda-anda lebih berpengalaman dibandingkan saya. He he he ... mohon maaf jika ada salah kata.

Selamat Menyelesaikan Pengisian Raport, ingat tanggal 18.

Pati, 15 Desember 2019 / 00:59

Jumat, 29 November 2019

Kisah Seorang Guru Bijak

Disebuah desa, tinggal seorang guru bijak yang sudah tua, Dia mencari seseorang yang dapat menggantikannya untuk dapat meneruskan menjadi seorang guru untuk mengajari kebaikan bagi murid muridnya. Ada 3 murid terbaik yang dipilih untuk menjadi calon penggantinya.
Dalam memilih siapa yang pantas untuk menggantikan guru bijak tersebut, Ke 3 murid tersebut di beri tantangan oleh sang guru untuk menjawab sebuah pertanyaan. Pertanyaan tersebut ialah “Apakah makna kekayaan bagi manusia?”
Untuk menjawab pertanyaan itu, sang guru kemudian mempersilahkan ke 3 muridnya tersebut untuk pergi berkelana mencari jawaban dari pertanyaan tersebut.
Setelah 3 tahun pergi merantau naik turun gunung melewati kampung ke kampung dan juga dari kota ke kota untuk mencari sebuah jawaban yang diberikan oleh gurunya, ke 3 murid akhirnya kembali. Karena kini sudah tiba bagi para murid tersebut untuk menjawab pertanyaan dari sang guru.
Kemudian sang guru mempersilakan kepada muridnya satu persatu untuk memberikan jawaban dari pertanyaan yang sudah diberikan.
Jawaban Murid Pertama
Murid pertama menjawab: “Wahai guruku, setelah 3 tahun muridmu ini merantau, Menurutku jawaban dari makna kekayaan bagi manusia adalah akar dari kejahatan. Dalam perjalanan, saya banyak menjumpai banyak manusia yang rela melakukan berbagai hal untuk memperoleh kekayaan. Mereka banyak melakukan kejahatan dengan kecurangan, melakukan tipu muslihat, perampokan bahkan mereka tega melakukan pembunuhan untuk dapat memperoleh kekayaan. Dan bahkan setelah mereka meraih kekayaan, banyak dari mereka kemudian menggunakan kekayaan yang didapat tersebut untuk melakukan berbagai perbuatan yang tidak baik. Banyak dari mereka menggunakan kekayaan tersebut untuk berjudi, mabuk-mabukan serta berzina. Wahai guruku menurut kesimpulan dari pengamatan saya tidak ada kebaikan sedikitpun dari kekayaan”.
Sang Guru: “Oh pengamatanmu sungguh sangat menarik sekali muridku. Lalu bagaimana menurutmu apa yang seharusnya kita lakukan?”
Murid Pertama: “Menurut pendapatku manusia harus menjauhkan diri dari kekayaan karena kekayaan adalah sumber dari kejahatan. Agar diri kita dapat selalu dekat dan juga ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita harus hidup jauh dari kekayaan. Kita harus selalu dekatkan diri kita kepada Yang Maha Esa dan tinggalkan lah ikatan keduniawian seperti kekayaan. Karena kita perlu memurnikan hati kita dengan meninggalkan hal-hal yang dapat membuat hati kita berpaling kepada selain Tuhan Yang Maha Esa.”
Sang Guru tersenyum dan kemudian berkata: “Engkau sungguh memiliki kemuliaan wahai muridku. Aku bangga padamu.”
Sang Guru : “Murid kedua! sekarang giliranmu, apa jawabanmu tentang makna kekayaan bagi manusi?”
Jawaban Murid Kedua
Murid Kedua menjawab, “Murid Mohon maaf Guru, Saya memiliki pendapat berbeda dengan yang disampaikan murid pertama. Selama perjalananku, Saya telah banyak berjumpa dengan raja dan juga saudagar kaya mereka sungguh dermawan guru. Mereka menggunakan kekayaan mereka untuk membangun tempat ibadah, menyantuni anak yatim, mereka memberi makanan serta membangun tempat tinggal untuk orang miskin dan mereka juga menolong orang orang yang sedang kesusahan. Mereka telah mencari kekayaan yang sangat banyak, kemudian kekayaan tersebut digunakan untuk melakukan kebaikkan kebanyak orang. Jadi menurut kesimpulan saya, bahwa kekayaan merupakan sumber dari kebaikan, karena dengan kekayaan dapat membuat manusia membawa kebaikan untuk dapat memberi serta membantu orang orang yang sedang mengalami kesusahan.”
Sang Guru: “Sungguh pengamatan yang luar biasa muridku. Lalu menurutmu apa yang seharusnya dapat kita lakukan?”
Murid Kedua: “Menurutku mencari kekayaan itu penting untuk manusia. Karena ketika kekayaan sudah didapat oleh manusia, maka tentu manusia bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, dengan kekayaan tersebut dia dapat melakukan hal hal yang baik, ia dapat menyekolahkan anaknya agar memperolah pendidikan yang baik, Dia juga dapat beribadah dengan tenang tanpa harus memikirkan kekurangan uang untuk makan keluarganya, Ia juga dapat pergunakan uang tersebut untuk menolong keluarga, bersedekah dan juga membantu sesama manusia yang sedang membutuhkan. Oleh karena itu manusia tidak boleh hidup dalam kemiskinan Guru. Kita harus berupaya dengan segenap kemampuan agar manusia bisa memperoleh kekayaan serta terbebas dari kemiskinan. Itulah pendapatku, Guru!
Sang Guru tersenyum dan berkata: “Engkau merupakan samudera kebijaksanaan wahai muridku. Aku sungguh bangga kepadamu!”
Sang Guru kemudian berpaling ke Murid Ketiga:
“Murid ketiga! Sekarang giliranmu, Bagaimana menurutmu tentang makna kekayaan bagi manusia?”
Jawaban Murid Ketiga
Murid Ketiga pun bercerita, “Guru, selama merantau diperjalanan aku telah berjumpa dengan banyak orang kaya yang baik hati, akan tetapi banyak juga orang kaya yang jahat. Murid juga bertemu dengan orang miskin yang baik hati, akan tetapi banyak juga orang miskin yang jahat. Murid juga berjumpa dengan orang kaya yang taat beribadah dan juga selalu ingat pada Tuhan nya, akan tetapi ada juga orang kaya yang lupa dengan Tuhan. Seperti halnya orang kaya, murid juga banyak bertemu orang miskin yang selalu ingat pada Tuhan, tetapi ada juga orang miskin yang melupakan Tuhan nya.
Sang Guru tersenyum: “Jadi apa maksudmu muridku, apa makna kekayaan bagi manusia?”
Murid Ketiga: “Menurut pendapatku, ternyata kekayaan hanyalah sekedar alat. Karena pada dasarnya semuanya akan kembali kepada manusia itu sendiri. Manusia yang memiliki tujuan hidup yang baik, tentu akan menggunakan kekayaan tersebut sebagai alat untuk ia mewujudkan kebaikan. Dan sebaliknya, ketika manusia tidak memiliki tujuan yang tidak baik, maka kekayaannya akan digunakan untuk hal hal yang tidak baik juga. Demikian maksud murid, Guru.”
Sang Guru: “Lalu menurutmu apa yang seharusnya dilakukan?”
Murid Ketiga: “Manusia haruslah mengetahui kemana ia akan menuju. Dengan mengetahui kemana ia akan menuju, maka apapun yang dimilikinya di dunia ini merupakan sebuah alat, bukan tujuan. Termasuk kekayaan.”
Sang Guru: “Lalu hendak kemanakah manusia menuju?”
Murid Ketiga: “Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu seharusnya kesanalah semua manusia menuju. Jika manusia sudah menyadari tujuannya, maka kekayaan yang dimiliki dapat menjadi kendaraannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Namun jika sebaliknya, maka tentu kekayaan juga dapat membuat manusia menjauh dari Tuhan Yang Maha Esa.”
Sang Guru tersenyum kemudian berkata: “Wahai Muridku, sungguh engkau merupakan sumber kebijaksanaan dan juga samudera pengetahuan. Sekarang engkau adalah Guru baru di perguruan ini.”
Dan serentak kedua murid lainnya, Memberi hormat pada Murid Ketiga yang sekarang terpilih menjadi guru baru diperguruannya.
Saya tidak tahu siapa yang membuat cerita tentang “Kisah Seorang Guru Bijak dan 3 muridnya” ini. Menurut saya, cerita ini sungguh memberikan banyak pelajaran, oleh karena itu saya berfikir untuk membagikan cerita ini dan semoga memberi manfaat bagi kita semua.


Guru... Saya Bosan Hidup


Seorang laki-laki mendatangi gurunya, “Guru ... saya sudah bosan dengan hidup ini, jenuh dengan segala rutinitas, pekerjaan saya berantakan, setiap usaha saya selalu gagal, teman-teman saya tidak ada lagi yang mempedulikanku, saya benar-benar ingin mati saja”. Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit”.
“Tidak guru, saya tidak sakit. Saya sehat, saya hanya bosan dengan semua ini”. Seolah-olah tidak mendengar pembicaraan muridnya, guru itu meneruskan, “Kamu sakit, kamu menderita Sindrome Hidup. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan”.

Banyak diantara kita yang kalah dalam kehidupan, dan kemudian tanpa sadar melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma. Hidup seharusnya berjalan terus, mengalir terus, tapi kita mahluk status-quo. Kita bertahan di suatu tempat, kita tidak ikut mengalir. Itulah sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Pertahanan kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, jika kamu bertekad untuk sembuh dan mendengar nasihatku." Demikian si guru menyarankan. "Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak mau hidup lagi."

Lelaki itu menolak tawaran si guru. "Jadi kamu tidak mau sembuh?? "Kamu betul-betul ingin mati?" Tanya si guru. "Ya, memang saya sudah bosan dengan hidup ini", lelaki itu menjawab dengan yakin. "Baik, petang esok kamu akan mati seperti yang kamu ingini. Ambillah botol ini. Setengah botol di minum malam ini, setengah botol lagi kamu minum petang esok jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang." kata si guru sambil tersenyum.

Lelaki tersebut heran dan bingung. Setiap orang yang dia jumpai selama ini sentiasa memberikannya semangat untuk hidup. Guru yang satu ini aneh. Guru ini malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh dan tidak mau hidup lagi, dia menerimanya dengan senang hati.

Sampai rumah, lelaki itu langsung meminum setengah botol racun yang disebut "obat" oleh si guru. Dan, dia merasakan ketenangan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai... Dia menikmati ketenangannya itu. Masa berjalan dan tinggal 1 hari, 1 malam dia akan mati.

Lali-laki itu berfikir, dia akan bebas dari segala macam masalah. Malam itu, dia memutuskan untuk makan malam di luar bersama keluarganya. Sesuatu yang sudah tidak pernah dia lakukan selama beberapa tahun kebelakangan ini. Dia fikir ini merupakan malam terakhir, jadi dia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, dia bersenda gurau dengan keluarganya. Suasananya pun menjadi sangat santai dan tenang! Sebelum tidur, dia mencium isterinya dan membisik di telinganya, "Sayang, aku mencintaimu." Sesuatu yang sudah lama dia tidak ungkapkan di bibirnya.

Subuh esok harinya, dia membuka tirai dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan dia segera beranjak ke masjid, sesuatu yang juga sudah sangat dilakukannya selama ini. Kembali ke rumah setengah jam kemudian, dia mendapati isterinya masih tertidur. Kemudian digoyankanlah dengan pelan tubuh istrinya,sambil berbisik "Sayang..., bangun... subuhan dulu." Kemusian dia segera ke dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk isterinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, dia ingin meninggalkan kenangan manis kepada semua orang di sekelilingnya.

Di kantor, dia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita bersikap baik sekali ya?" Dan sikap mereka pun terus berubah. Mereka pun menjadi lembut. Kerana siang itu adalah siang terakhir, dia ingin meninggalkan kenangan manis juga kepada pekerjanya. Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Dia menjadi ramah dan lebih bertoleransi, bahkan dia lebih bersikap menghargai terhadap apa-apa yang berlaku di sekelilingnya.

Tiba-tiba dia merasakan hidupnya menjadi indah. Dia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah jam 5 petang, ia mendapati isteri tercinta menunggunya di beranda depan. Selama ini, si isteri yang memberikan ciuman kepadanya dan berkata, "Sayang, sekali lagi saya minta maaf, jika selama ini saya selalu menyusahkan sayang." Anak-anak pun tidak mahu ketinggalan, "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena kelakuan kami. "Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Dia membatalkan niatnya untuk mengakhiri hidup. Tetapi dia tersentak, bagaimana dengan setengah botol yang sudah dia minum, petang semalam?

Dia bergegas berjumpa dengan si guru. Melihat wajah lelaki itu, si guru terus mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata, "Buang saja botol itu. Isinya cuma air kosong saja. Kau sudah sembuh bukan?? Apabila kau hidup dalam arus kehidupan, apabila kau hidup dengan kesadaran bahawa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini. Buangkan egomu, leburkan keangkuhanmu, nyahkan kesombonganmu. Jadi lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan pernah jenuh, tidak akan pernah bosan. Kau akan menikmati hidup bersama-sama yang lain. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan "..

Lelaki itu mengucapkan terima kasih dan menyalami si guru, dia lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Dia tidak pernah lupa hidup dalam arus kehidupan, sentiasa mengalir terus.  Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu hidup... Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul tapi merupakan suatu anugerah untuk dinikmati.

"Anda tidak akan pernah menang, jika anda tidak pernah mengambil langkah untuk memulakan."

~~~~~~~~ ðŸ’•ðŸ’–💗💖💕 ~~~~~~~~