Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2024

PERINGATAN ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1445H

Rabu, 7 Februari 2024, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kaligarang Keling, Jepara, menggelar kegiatan peringatan Isra' Mi'raj tahun 1445 H yang penuh makna. Kegiatan ini diawali dengan semangat baru dari Kepala Sekolah yang baru, Ibu Sri Noor Hasanah, yang secara resmi membuka acara dengan penuh harap dan semangat.

Hikmah Isra' Mi'raj menjadi fokus utama kegiatan ini, dengan tema "Isra' Mi'raj dan Pembentukan Moralitas Bangsa". Bapak Arif Rahman Hakim, sebagai narasumber, memberikan paparan yang menginspirasi tentang hubungan antara peristiwa Isra' Mi'raj dan pembentukan moralitas dalam membangun karakter bangsa. Peserta, terutama siswa-siswi, mendengarkan dengan penuh perhatian dan antusias.

Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian game yang dipandu oleh Ibu Dewi Zahrotul Fitri. Game ini dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk memberikan pemahaman lebih dalam terkait nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat diambil dari kisah Isra' Mi'raj. Siswa-siswi dengan riang gembira mengikuti setiap permainan, menciptakan atmosfer yang ceria dan penuh keakraban di lingkungan sekolah.

Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap kegiatan, baik itu dalam mendengarkan paparan, berinteraksi saat game, maupun dalam mendukung teman-teman mereka. Kegiatan berlangsung dengan meriah dan penuh keceriaan, menciptakan kenangan indah sekaligus meningkatkan rasa kebersamaan di antara seluruh komponen sekolah.

Peringatan Isra' Mi'raj tahun ini tidak hanya menjadi momen refleksi keagamaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai moralitas dan solidaritas di kalangan siswa dan seluruh warga sekolah. Diharapkan, semangat Isra' Mi'raj ini akan terus menginspirasi perjalanan pendidikan di SDN 2 Kaligarang Keling menuju masa depan yang lebih baik.

Minggu, 03 April 2022

 


Assalamu’alaikum …

 Sebentar lagi Ujian Sekolah akan kita hadapi, banyak hal yang harus dipersiapkan. Bagaimanpun juga Ujian Sekolah masih menjadi penentu keberhasilan kita dalam menyelenggarakan proses KBM di sekolah. Beberapa saat menjelang ujian sekolah banyak siswa yang mengalami stres, cemas dan takut. Kondisi seperti ini sangat sering terjadi karena siswa merasa takut akan hasilnya yang kurang memuaskan. Saking stresnya ada juga siswa yang mengeluh hingga memiliki berbagai alasan untuk tidak masuk sekolah. Daripada melakukan hal-hal seperti itu sebaiknya menggunakan waktu yang dimiliki untuk belajar materi pelajaran yang diujikan. Selain itu, ada beberapa tips menghadapi ujian sekolah yang bisa kamu terapkan. 

Download Buku Kegiatan Ramadhan    + Cover

Inilah 6 Tips Menghadapi Ujian Sekolah 

1. Belajar dari Jauh-jauh Hari

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh siswa adalah belajar dengan menggunakan sistem kebut semalam (SKS). Sistem belajar seperti ini kurang efektif karena hanya akan membuat kamu menjadi kekurangan waktu untuk istirahat. Waktu istirahat yang kurang tentu bisa berakibat buruk karena menjadi mengantuk dan kurang fokus ketika mengerjakan soal-soal ujian.

Kekurangan waktu istirahat juga akan membuat otak tidak bekerja dengan maksimal dan otak menjadi lebih sering blank. Kondisi ini mengakibatkan kamu kesulitan mengerjakan soal yang diberikan dan kehilangan konsentrasi. Supaya kejadian ini tidak menimpa kamu sebaiknya belajar dari jauh-jauh hari karena cara ini sangat efektif dan hasilnya juga lebih optimal.

2. Ciptakan Suasana Belajar yang Nyaman 

Belajar menjadi kunci keberhasilan kamu saat mengerjakan soal-soal ujian. Namun, tidak jarang siswa beralasan malas belajar karena belajar itu merupakan aktivitas yang membosankan. Padahal ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya belajar menjadi menyenangkan. 

Agar mood belajar kamu lebih baik disarankan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Pastikan suasana yang tercipta sesuai dengan kepribadianmu. Misalnya belajar di kamar yang bersih dan senyap, belajar di taman belakang rumah, dan sebagainya. Dengan menciptakan suasana yang nyaman tentu akan membuat kamu menjadi lebih betah belajar dalam jangka waktu yang lama. 

3. Sering Mengikuti Belajar Kelompok 

Jika kamu bosan belajar sendirian di rumah, tidak ada salahnya untuk mengikuti belajar kelompok. Kamu bisa mengajak teman-temanmu untuk belajar bareng supaya tercipta suasana belajar yang santai dan nyaman. Jumlah teman yang diajak tidak perlu terlalu banyak. Dua atau tiga orang saja sudah cukup untuk meminimalisir terlalu banyak mengobrol dan bercanda sehingga menjadi tidak fokus belajar. 

4. Pelajari Kisi-kisi Ujian 

Sebelum ujian sekolah berlangsung biasanya guru akan memberitahu kisi-kisi soal yang sering muncul di ujian. Soal-soal yang muncul di ujian tidak akan jauh-jauh dari kisi-kisi tersebut. Maka dari itu, kamu harus mempelajari kisi-kisi tersebut dengan sangat baik. Perlu diketahui jika kisi-kisi ini akan memudahkan kamu belajar dikarenakan materi pelajaran yang perlu dipelajari sudah tercantum dalam kisi-kisi tersebut. Jadi, kamu tidak perlu takut dan cemas lagi.

Download kisi-kisi PAI di sini 

5. Berlatih Mengerjakan Soal-soal 

Tips menghadapi ujian sekolah selanjutnya yaitu dengan memperbanyak berlatih mengerjakan soal-soal. Setelah kamu mempelajari dan memperdalam materi pelajaran, agar lebih menguasainya sebaiknya mengerjakan latihan soal. Dengan memperbanyak berlatih mengerjakan soal maka kamu akan terbiasa untuk mengerjakan berbagai tipe soal dan cara penyelesaiannya.

Karena itu, yuk kita mulai belajar dari sekarang. Klik tautan berikut ini :

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 1

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 2

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 3

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 4

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 5

6. Jagalah Kesehatan  

Segala persiapan menjelang ujian yang sudah dilakukan akan sia-sia jika kondisi tubuhmu drop sehingga jatuh sakit. Ketika tubuh dalam kondisi tidak fit tentu akan menurunkan semangat belajar. Jika tidak menginginkan kondisi ini menimpa kamu berarti harus menjaga kesehatan dengan baik. Caranya yaitu dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan sehat. 

Itulah informasi tentang 6 tips menghadapi ujian sekolah. Pada intinya sebelum ujian sekolah diadakan kamu harus mempersiapkannya dengan baik, salah satunya dengan belajar. Selain itu, kamu bisa menerapkan tips-tips yang disampaikan diatas. Dengan persiapan yang matang, ujian sekolah tidak lagi menjadi momok yang menakutkan untuk kamu lewati!

Wassalamu'alaikum...

Minggu, 15 Desember 2019

Seperti Apa Catatan Wali Kelas dan Saran Yang Anda Tulis di Raport?




Setiap akhir semester yang cukup bikin mumet Wali Kelas adalah saat mengisi nilai raport, terlebih raport K-13 yang WOW... jumlah input datanya. Salah satu yang sering terabaikan adalah saat mengisi kolom “saran atau catatan wali kelas”. Kebanyakan wali kelas mengisinya dengan simpel.

“Tingkatkan belajarmu”
“Pertahankan prestasimu”
dan lain-lain.

 Apakah anda menuliskannya juga seperti itu? Tidak ada salahnya memang, tapi bagaimana jika kita sedikit berinovasi dengan menggunakan kalimat lain yang lebih variatif? Semisal :

“Kamu anak yang cerdas, punya keingintahuan yang luar biasa, jika kamu bisa memanfaatkannya dengan baik suatu hari kelak kamu akan menjadi pribadi yang sukses.”

“Kamu anak yang aktif, suka hal-hal yang baru dan tidak pernah bisa diam itu menunjukkan kamu anak yang enerjik” (ini untuk anak yang selalu ribut dan suka berkeliaran di kelas).

“Kamu anak yang sopan, baik dan pandai menjaga perasaan teman terutama guru” (biasanya anaknya pendiam).

“Kamu anak paling rapi dan bersih. Ibu dan teman-temanmu sangat menyukaimu karena hal itu.”

“Ghofur, catatan dari Ibu untuk semester depan adalah: selalu berusaha untuk mematuhi tata tertib juga terhadap guru, tingkatkan motivasi belajar, pilihlah teman bermain yang tepat.”

“Nasehat ibu, fokus ketika belajar di kelas, dengan semangat dan kerja keras kamu bisa lebih baik di semester depan!”

“Ibu yakin, semester depan Bagas akan lebih baik, malas belajar adalah hambatan utama pelajar, karena itu BERSEMANGAT ya!”

“Bu Guru percaya, semester depan Anaf bisa lebih baik lagi, belajar lebih keras dan tetap bersemangat adalah kuncinya!”

“Melly, tetaplah bersemangat. Ibu percaya, kamu pasti bisa menjadi yang terbaik!”

“Tidak ada catatan buruk untukmu Sila, semester ini kamu yang terbaik. Tingkatkan dan pertahankan prestasi!”

“Semester depan pasti bisa lebih baik, Ibu percaya Titis anak pintar. Singkirkan rasa malas, maka dari itu paksakan dan tingkatkan semangat belajar!”

Dan masih banyak catatan-catatan lain yang bisa kita  sesuaikan dengan kepribadiannya masing-masing, kita tunjukkan kelebihan mereka. Memang awalnya sulit menulisnya, tapi yakinlah setiap anak pasti memiliki kelebihan masing-masing, sebandel-bandelnya anak, kalau kita mau jujur pasti punya kelebihan.

Misalkan di kelas kita ada murid perempuan yang omongannya kasar, hampir tiap hari melawan guru, jarang mengerjakan tugas, suka bolos, jangan tanya soal kemampuan belajar. Hasilnya hampir tidak ada yang bisa dibanggakan. Pokoknya hampir sulit mengungkapkan apa kelebihannya. Mungkin satu-satunya hanya ia terlihat cantik. Mirip-mirip Nisya Sabyan, coba saja tulis :

“Kamu anak yang cantik. Mirip Nisa Sabyan, Ibu sangat mengidolakannya. Semoga ibu pun bisa mengidolakanmu sebagai siswa yang mampu berhasil seperti Nisa di suatu hari kelak.”

Hasilnya?
Mungkin mereka akan senyum-senyum GR membacanya. Karena mereka tahu itu jujur tentang mereka. Yang pintar, yang (maaf) mungkin sering kita bilang bodoh, yang baik, yang bandel, yang pendiam semuanya tampak bahagia membaca ada dua baris kalimat pengakuan tentang diri mereka.
(mungkin lho ya...)

Dan (lagi-lagi mungkin) setelah membacanya, mereka akan saling bertanya:
"Apa yang ibu tulis untukmu?"
"Catatan kamu apa isinya?"
"Cieee, kamu dibilang anak yang pemurah hati dan gak pelit. Tapi bener sih. Kamu selalu kasih jajan ke aku."

Mungkin lagi, anak yang usil berkata:

"Ah, ibu wali kelas bohong tuh bilang kamu baik. Baik dari mana, dari Hongkong? Perasaan kamu paling bandel di kelas."
"Enak aja, emang aku sebenarnya baik kok, tapi tergantung gurunya."

Masalahnya terkadang kita terlanjur sewot dan dongkol sama anak yang bandel, hingga males rasanya mau muji-muji. Jangan, Bu. Mereka punya porsi yang sama untuk kita senangi. Punya hak yang sama untuk disayangi.

Saya tidak tahu apa tindakan ini sesuai dengan aturan administrasi kurikulum atau tidak. Tapi, sepertinya tidak ada salahnya jika mencoba untuk lebih membuka diri membaca kelebihan murid kita dan tidak gengsi mengakuinya. Tidak melulu membicarakan kelemahan mereka. Kelebihan di sini bukan semata-mata tentang prestasi ya, bisa juga kita tulis cenderung ke sifatnya sehari-hari.


Sekali lagi, semua itu baru dalam taraf mungkin. Karena memang saya bukan wali kelas atau orang yang pintar menghipnotis dengan kata-kata. Namun tidak ada salahnya kita mencoba hal-hal baru dengan segala kemungkinan dengan mengikuti arus perkembangan generasi milenial.

Saya yakin anda-anda lebih berpengalaman dibandingkan saya. He he he ... mohon maaf jika ada salah kata.

Selamat Menyelesaikan Pengisian Raport, ingat tanggal 18.

Pati, 15 Desember 2019 / 00:59

Sabtu, 26 Oktober 2019

Manfaat Proyektor Dalam Pembelajaran


Manfaat Proyektor Dalam Pembelajaran


 

Dalam proses belajar mengajar penggunaan media sangat berpengaruh besar dalam pencapaian hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah digariskan. Untuk itu seorang guru tidak hanya dituntut menguasai bahan pelajaran tetapi juga terampil menggunakan media dalam proses belajar mengajar tersebut. Salah satu alasan penggunaan media pembelajaran adalah terkait dengan manfaat media pembelajaran bagi keberhasilan belajar mengajar di kelas. Media yang dipergunakan tentunya disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran itu sendiri, sebab tidak semua media cocok untuk setiap jenis materi pelajaran.

Penggunaan LCD Proyektor saat ini merupakan hal yang sudah biasa, mengingat tuntutan pendidikan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Tidak hanya berkutat pada papan tulis dan kapur, serta penyajian materi yang monoton. Manusia harus lebih kreatif untuk memanfaatkan teknologi yang sudah ada, termasuk LCD Proyektor ini.
Manfaat Menggunakan Proyektor dalam Pendidikan
1.   Lebih Efektif dan Efisien
Dengan menggunakan LCD Proyektor, waktu yang digunakan untuk mengajar tidak terbuang sia-sia hanya untuk menulis di papan tulis, dan membuat catatan. Selain itu kualitas visual akan lebih nyaman dengan materi yang dapat terlihat dengan jelas di banding dengan menulis di papan tulis. Hal inilah yang dapat membuat waktu belajar menjadi efektif, dan suasana belajar mejadi efisien.
2.   Ramah Lingkungan
Karena LCD Proyektor hanya menggunakan tenaga listrik, maka dapat dikatakan sangat ramah lingkungan dari pada menulis di whiteboard dengan spidol, atau menulis di papan tulis dengan kapur. Selain tidak mencemari lingkungan yang akibatnya dapat mengganggu kesehatan.
3.   Membiasakan peserta didik dengan teknologi
Secara tidak langsung, penggunaan LCD Proyektor dapat mendidik siswa agar lebih mengeluarkan ide-ide kreatifnya dalam penggunaan teknologi. Yang dapat berguna bagi perkembangan dirinya di era modernisasi yang semakin berkembang.
4.   Mengikuti Standar Pendidikan
Hampir disetiap sekolah saat ini menggunakan media pembelajarn berupa LCD Proyektor sebagai media pembelajarannya. .

Harapan ke depan semoga guru maupun siswa lebih dapat memanfaatkan sebaik-baiknya teknologi yang sudah tersedia di sekolah ini dalam proses pembelajaran terlebih penggunaan LCD ini yang efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar.



Supervisi Kelas

Supervisi Kelas dan Manfaatnya Bagi Guru






Kaligarang 26/10/19 : Supervisi kelas merupakan suatu agenda wajib yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk mengamati dan menganalisa proses belajar mengajar di kelas. Kepala sekolah memang harus melakukan supervisi karena salah satu tugasnya adalah sebagai supervisor guru. Lalu untuk apa supervisi kelas?. Emang ada manfaatnya?. Tentu ada. 

Karena itu semestinya guru tidak akan mengeluh dan sangat simpati dengan kegiatan supervisi karena ia bisa mendapatkan penilaian dan arahan kedepannya agar kualitas pembelajaran semakin baik. Ingat, tugas supervisi adalah bukan untuk menghakimi namun untuk menganalisa dan memperbaiki kalau ada kekurangan.

Sebagaimana dengan kegiatan supervisi yang dilakukan di SD Negeri 2 Kaligarang yang menjadi agenda rutin setiap semester. Selain untuk keperluan evaluasi dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan ini juga sebagai acuan dalam penentuan nilai PKG.

Terkait supervisi di kelas, memang harus ada aturan yang jelas dan melibatkan guru dan kepala sekolah. Artinya jangan sampai kepsek tiba-tiba datang ke kelas padahal pada waktu itu sedang ulangan. Supervisi kelas harus dijadwalkan dan pada tahap akhir guru dan kepsek melakukan kolaborasi untuk melihat kelebihan guru dan wahana saling tukar model pembelajaran.


Kamis, 06 Juli 2017

Pentingnya Pendidikan Agama Islam pada Generasi Muda



Pendidikan bertujuan untuk membentuk suatu perilaku yang baik pada generasi muda muslim, yang berdasarkan dengan aqidah Islam serta ketauhidannya kepada Allah swt., bergaul dengan teman yang mempunyai akhlak yang baik pula, memperdalam gama dengan berbagai cara, misalnya saja mempelajari hadits-hadits yang berkaitan dengan hukum-hukum Islam agar pengetahuannya bertambah semakin luas.

Islam mempunyai tujuan untuk menanamkan jiwa kemasyarakatan yang sangat penting dan berguna kelak ketika sudah berkeluarga, dan sekarang seorang pemuda mempunyai tugas untuk berlatih dalam masyasakat sedikit demi sedikit agar kelak tidak kesulitan ketika terjun langsung dalam masyarakat. Hal itu memerlukan kesadaran yang muncul dalam diri sendiri, atau ada juga dorongan dari luar misalnya saja keluarga atau teman di sekelilingnya sehingga dengan begitu ada perasaan yang membangkitkan semangat untuk mau keluar dan belajar bermasyarakat demi tercapainya masa depan yang menjanjikan.

Manusia itu dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apapun, kemudian Allah swt. menugaskan manusia untuk mencari tahu apa yang ada di sekelilingnya serta mempelajari setiap perubahan-perubahan yang terjadi melalui panca indra. Sudah seharusnya sebagai generasi muda untuk menerapkannya pada kehidupan sehari-hari dan mencintai setiap proses yang terjadi. Sehingga sejak dini sudah tercipta suatu karakter individu yang bisa menghadapi hambatan-hambatan yang suatu saat pasti akan terjadi.

Melalui pendidikan dan pengajaran, berdampak pada akhlak yang baik. Apabila seseorang yang pada awalnya belum begitu mengetahui tentang ilmu agama, kemudian ia mempunyai niat untuk memperdalam ilmu agamanya dengan cara menuntut ilmu di sekolahan yang berbasis agama, maka dengan seiring berjalannya waktu ia akan mengerti tentang ilmu agama. Selain itu moralnya juga menjadi lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Kemudian ketika di dalam masyarakat ia sudah siap apabila di minta tolong untuk melakukan suatu hal yang berhubungan dengan agama. Pendidikan juga sebagai sarana untuk mempelajari aspek-aspek dalam kehidupan yang menjadikan para pemuda mempunyai dasar pemikiran yang kokoh. Karena dengan dengan itu seseorang menjadi terbiasa dalam berfikir secara kritis dan dengan dasar-dasar pendidikan agama Islam seseorang dapat berfikir secara jernih dan tidak bingung apabila menghadapi persoalan kehidupan. Dengan terwujutnya suatu karakter pada generasi muda akan berdampak positif baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya, dan menjadikan perubahan dalam masyarakat, yang dulunya sangat pasif, tidak mengetahui agama secara keseluruhan, dan berakhlak yang kurang, sekarang menjadi aktif dalam segala hal, berwawasan luas, berakhlak yang baik. Karena jika seseorang kepribadiannya masih sangat kuno, pasti akan banyak sekali masalah-masalah yang muncul yang mengakibatkan pertentangan antar individu atau antar kelompok. Mereka tidak bisa berfikir positif dan menjadi semena-mena dalam menentukan keputusan.

Islam memiliki rahasia di dalamnya. Islam membawa kebahagiaan dunia akhirat yang mempunyai dampak yang sangat baik bagi manusia. Islam menjelaskan setiap aspek-aspek dalam kehidupan. Seperti yang dijelaskan oleh (hafidz, kastolani, 2009:11) bahwa agama islam yang hanif merupakan pedoman dalam kehidupan, individu atau masyarakat, aspek material atau spiritual secara bersamaan. Islam memperjelas makna ibadah dan mempertegas nilai kerja, memperhatikan segala aspek kehidupan, mengatur urusan duniawi seluruhnya sebagai jalan satu-satunya menuju kehidupan akhirat.islam memperhatikan seluruh aspek kehidupan dengan berbagai aturannya. Baik aspek ekonomi, politik, pemerintahan, ilmu, kemasyarakatan dan lain sebagainya.

Hambatan-hambatan yang terjadi dalam kehidupan ini ada berbagai macam dan mungkin akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu, misalnya saja kesadaran yang masih sangat lemah, banyaknya pendidikan islam yang belum mengimplikasikan visi dan misinya secara nyata, yang dalam kegiatan di sekolah kurang menerapkan perilaku-perilaku yang telah di ajarkan pada agama islam. Banyak pula teknologi yang semakin maju yang mengakibatkan generasi muda menjadi terlena akan hal itu dan menjadikannya semakin malas untuk beraktifitas dan keluar melihat bagaimana keadaan sekitarnya, bahkan kurangnya motivasi yang mana sebenarnya merupakan faktor yang sangat penting. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Generasi muda harus pintar-pintar dalam melakukan suatu hal, mereka harus berfikir secara matang serta tidak melupakan akibat-akibatnya yang akan terjadi. Karena apabila para pemuda tersebut lalai dalam hal sekecil pun, maka akan mendatangkan suatu penyesalan yang besar nantinya. Maka untuk itu islam mengajarkan solusi-solusinya dari setiap hambatan-hambatan tersebut. Seperti islam mengajarkan kepada umat islam agar tidak berputus asa dalam menghadapi sesuatu dan anjuran untuk bersungguh-sungguh untuk mendapatkan apa yang di inginkannya sehingga apabila generasi muda mulai melemah semangatnya menjadi bangkit kembali karena telah mendapatkan ajaran agama islam tersebut. Pendidikan islam yang masih sangat minim dalam menerapkan visi dan misinya seharusnya meningkatkan upaya-upaya yang berhubungan dengan visi misi tersebut. Atau mungkin para guru lebih memperhatikan peraturan-peraturan dan memberi sangsi apabila ada siswa yang melanggar. Selain itu para guru juga menganjurkan kepada siswanya untuk berpakaian sopan selayaknya tuntunan agama Islam yang harus menutup aurotnya khususnya bagi putri. Para siswa juga perlu untuk diajari tentang bagaimana baca tulis Al-quran secara benar dan dijelaskan pula makna dari setiap ayat Al-Quran, dengan tujuan supaya siswa tidak menghiraukan kitabnya sendiri. Dalam hal ini peran generasi muda adalah selalu memperhatikan cara-cara mendidik siswa yang benar menurut ajaran agama Islam dan dapat diterima secara utuh oleh siswa serta ajaran tersebut dapat direalisasikan secara langsung karena telah mendarah daging dan tertanam dalam jiwa para siswa.

Manfaat pendidikan agama Islam utuk masa depan ada banyak sekali, khususnya apabila sudah berkeluarga, pendidikan tersebut berperan sebagai pengetahuan untuk mendidik diri sendiri dan keluarganya kelak, dalam bermasyarakat, dan juga sebagai perisai untuk cobaan-cobaan perkembangan zaman yang semakin beraneka ragam. Semua itu tidak akan berjalan lancar apabila tidak ada kekuatan iman yang mendasar pada diri generasi muda. Karena dengan iman, seseorang mempunyai pendirian yang akan mempertahankannya dari berbagai situasi dan kondisi yang akan terjadi. Seperti yang dijelaskan oleh (hafidz, kastolani, 2009:157) bahwa sesungguhnya pendidikan Islam merupakan model pendidikan yang telah menumbuhkan generasi beriman, siap mengorbankan dirinya, berkhidmat untuk masyarakat, dan memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepada umat manusia, telah menunaikan peran yang istimewa dalam mentransfer nilai-nilai keislaman dan peradaban Islam dari generasi terdahulu kepada generasi mendatang dan dari generasi tua kepada generasi muda. Pendidikan Islam dan peradaban Islamharus bersama-sama sebagai satu kesatuan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif. Hendaknya kaum muslimin dapat menghadapi berbagai tantangan ini dengan sikap konsisten, baik sebagai individu, kelompok, bangsa dan masyarakat, Negara atau pemerintah sehingga dapat menunaikan amanah islam yang telah diamanatkan Allah swt.

Maka untuk itu pentingnya pendidikan agama Islam pada generasi muda ialah untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Islam yang sesuai dengan perintah Allah swt. dan menanamkan Akhlakul Karimah sebagai bekal menuju jalan yang telah disiapkan oleh allah swt. untuk hamba-hambanya yang mau dengan ikhlas belajar sesuai dengan ajaran Islam.

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA

Salah satu nilai yang terkandung di dalam Pancasila menyebutkan bahwa warga Indonesia harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu pentingnya pendidikan Agama di sekolah sebagai salah satu cara penerapan dasar negara tersebut, sebaiknya di sekolah-sekolah di Indonesia tetap diberlakukan pendidikan agama.
Agama adalah pedoman yang bisa dipegang oleh peserta didik untuk tetap menjaga norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat.

PENGERTIAN PENDIDIKAN AGAMA

Pendidikan agama adalah upaya yang dilakukan oleh seorang pendidik dalam membina dan mengarahkan siswa pada ajaran agama. Tidak hanya memahami materi agam yang disampaikan, tetapi peserta didik diharapkan dapat menerapkan ajaran tersebut dalam kehidupan.

Misalnya dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan agama yang ada di Indonesia, serta menjalin kerukunan dengan seluruh umat beragama, baik di lingkungan sekolah, di lingkungan rumah, maupun di lingkungan bermasyarakat.

Pendidikan agama perlu dijadikan sebagai bahan untuk mendidik karena bertujuan untuk membentuk insan yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

MANFAAT PENDIDIKAN AGAMA

Membentuk karakter peserta didik yang bertakwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menciptakan karakter siswa yang mulia karena senantiasa memiliki pedoman, sesuai yang diajarkan dalam agam masing-masing.
Siswa menjadi punya batasan dalam berperilaku karena adanya pedoman yang dipercaya.
Membentuk norma-norma kebaikan yang berlandaskan agama.
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Memberikan materi keagamaan yang lebih mendalam, sehingga peserta didik bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru,selain pendidikan agama yang telah diajarkan oleh para orangtua.
Membentuk dan menyalurkan anak-anak sesuai bakat dan minat pada bidang keagamaan.
Sebagai pedoman hidup untuk menambah pahala untuk kepentingan dunia hingga akhirat
Demikian ulasan yang dapat kami sampaikan mengenai pendidikan agam yang sangat diperlukan kepada peserta didik yang ada di Indonesia. Tanpa adanya pendidikan agama, kemungkinan peserta didik melanggar norma agama akan semakin meningkat.

Penerapan yang dapat dilakukan di sekolah adalah dengan membuat kegiatan keagamaan secara rutin. Misal pada siswa beragam Islam bisa rutin dilakukan kegiatan pengajian setiap pekan atau mengadakan shalat Jum’at setiap hari Jum’at. Selain itu, aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan mempraktekkan ajaran agama pada kehidupan nyata.

Konsep Pendidikan Dalam Al-Quran

Konsep Pendidikan Dalam Al-Quran



Allah telah menurunkan risalah terakhirnya berupa Al-Quran kepada rasul terakhir pilihannya, Muhammad saw. Sebagai kitab penutup dan juga rasul penutup, maka Allah memberikan nikmat yang tidak diberikan oleh-Nya kepada para rasul dan umat-umat yang terdahulu, nikmat tersebut adalah risalah Islam yang lengkap dan integral berupa Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya.
Sebagai risalah yang lengkap, berarti risalah Muhammadiyah mencakup semua lini kehidupan manusia,  tidak ada satu lini kehidupan pun yang luput dari risalah ini. Maka dari itulah Allah menegaskan dalam firman-Nya:
“…Tidak kami luputkan dalam Al-Quran sesuatu apa pun….” (Al-An’am: 38)
Dari ayat tersebut maka kita akan jumpai dalam Al-Quran berbagai pembahasan mengenai kehidupan manusia; hukum, sosial, budaya, politik, ekonomi, peradaban, dan yang terpenting adalah pendidikan.
Pendidikan merupakan satu dari pembahasan-pembahasan yang ada pada Al-Quran. Maka pas jika ayat yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad saw. Adalah perintah untuk membaca. Di samping itu, dalam Al-Quran juga banyak sekali kisah tentang para nabi yang mendidik kaumnya, juga para ayah mendidik anak-anaknya sebagaimana Ibrahim mendidik Ismail, Ibrahim mendidik Ishaq, Ishaq mendidik Ya’kub, Ya’kub mendidik kedua belas anaknya termasuk di antaranya Yusuf AS. Tak luput pula, bagaimana Allah menerangkan tentang pendidikan yang diberikan oleh Maryam kepada anaknya Isa as. Juga Hajar kepada anaknya Ismail as.
Dari kisah-kisah yang ada pada Al-Quran tersebut, kita bisa mengambil sebuah hikmah, ibrah, sekaligus metode dalam pendidikan untuk anak, keluarga, masyarakat, bangsa, dan juga negara.
Pengertian Pendidikan
Sebelum membahas lebih lanjut, pengetahuan terhadap pengertian pendidikan merupakan hal yang penting. Sebab jika terjadi perbedaan pengertian dalam hal pengertian pendidikan, nantinya akan muncul kesalahan persepsi dan pemahaman.
Secara bahasa pendidikan yang dalam bahasa Arab disebut “tarbiyah” memiliki tiga asal makna. Makna pertama tarbiyah bermakna az-ziyadah dan an-namâ` yang berarti bertambah atau tumbuh. Makna kedua tarbiyah adalah nasya`a dan tara’ra’ah yang bermakna tumbuh dan berkembang. Dan makna ketiga, tarbiyah bermakna aslaha yang berarti memperbaiki.
Sedangkan secara umum pendidikan atau tarbiyah adalah sebuah amal yang memiliki tujuan dan sebuah seni yang fleksibel dan selalu berkembang. Adapun tujuannya adalah membentuk karakter kebaikan sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri.
Dengan begitu maka pendidikan atau tarbiyah adalah menjaga supaya manusia tetap dalam fitrahnya sebagaimana ia dilahirkan supaya tidak tersusupi oleh hawa nafsu yang dihembuskan setan.
Tujuan Pendidikan dalam Islam
Rasulullah saw. bersabda bahwa “Semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, atau Nasrani, atau majusi. (HR. Bukhari)
Maka untuk menjaga fitrah manusia tetap dalam tauhid dan karakter kebaikan maka Allah menurunkan risalahnya berupa Al-Quran dan juga Sunnah Rasul-Nya sebagai buku panduan untuk menjaga fitrah tersebut sekaligus mendidiknya dalam bingkai keimanan dan ketaqwaan yang sempurna.
Jika Al-Quran dan juga sunnah sudah dijadikan pedoman dalam mendidik, tidak diragukan lagi hasil didikan tersebut akan menuai kesuksesan sebagaimana kesuksesan Lukman dalam mendidik anak-anaknya yang secara gamblang Allah tegaskan dalam surat-Nya, surat Lukman.
Ustadz ‘Atif as-Sayid dalam bukunya at-Tarbiyah al-Islamiyah Ushuluha wa manhajuha wa mualimuha menerangkan bahwa pendidikan dalam pandangan Islam adalah pembentukan karakter sehingga menjadi insan yang sempurna dari segi jasad, ruh, dan akhlaq berdasarkan apa yang menjadi misi Islam.
Singkatnya, pendidikan dalam Islam bertujuan untuk menjadikan manusia sebagai insan yang bertakwa. Sebab takwa merupakan sebaik-baik bekal untuk menghadapi hari esok. Tanpa takwa manusia akan merasakan kesengsaraan yang amat pada hari mendatang.
Inilah output sesungguhnya dari pendidikan dalam Islam. Takwa yang memiliki maka berusaha untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya sekuat tenaga inilah tujuan utama. Sebab, jika seseorang sudah memiliki sifat taqwa, berarti pendidikan terhadapnya telah berhasil.
Tiga Objek Pendidikan Dalam Al-Quran
Al-Quran membagi objek pendidikan menjadi tiga objek. Yang pertama adalah objek individual. Kedua adalah objek keluarga dan orang-orang dekat, dan ketiga adalah objek masyarakat.
Objek individual.  Maksud dari objek individual adalah bahwa objek pendidikan tersebut adalah dirinya sendiri. Yakni seseorang mendakwahi dirinya sendiri. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. sebelum Allah menurunkan wahyu kepada beliau saw. Allah memberikan beliau semacam wahyu untuk menyendiri di dalam gua Hira. Tak lain tujuannya adalah untuk mendakwahi diri sendiri dengan mentadaburi alam dan melihat keadaan sekitar berupa masyarakat Makah yang sangat jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.
Objek dakwah individual inilah yang Allah singgung dalam Al-Quran surat at-Tahrim ayat keenam. Allah berfirman yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….” (At-Tahrim: 6)
Dalam ayat yang lainnya, bahkan Allah memperingatkan orang yang gemar berdakwah kepada orang lain, tapi dirinya sendiri tidak ia dakwahi, dalam artian dia tidak melaksanakan apa yang ia sampaikan kepada orang lain. Allah berfirman yang artinya:
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Ash-Shaf: 3)
Ayat ketiga dari surat ash-shaf tersebut memberikan kita sinyal bahwa individu kita perlu kita perbaiki, maka dari itulah objek pertama adalah individu bukan yang lainnya. Di samping itu, ketika kita memberikan sebuah pengajaran kepada orang lain, atau orang dekat semisal anak sendiri, namun ternyata apa yang kita perintahkan kepada orang lain tersebut tidak kita kerjakan, kemudian apa yang akan mereka katakan tentang diri kita? pastinya adalah cemoohan.
Selanjutnya yang kedua adalah objek keluarga dan orang-orang yang dekat dengan kita. Ini adalah sasaran kedua setelah individu. Sebagaimana firman Allah di atas, Allah menyebutkan “Jagalah dirimu” setelah itu Allah melanjutkan “dan keluargamu”. Ibarat penjagaan polisi dari terorisme, individu ada di ring pertama dan keluarga ada di ring kedua.
Dakwa seseorang kepada keluarga dekatnya dan juga kepada orang-orang yang hidup bersamanya, mulai dari teman dan kolega, merupakan dakwah yang dilakukan oleh para nabi termasuk Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. ketika selesai mendapat perintah untuk berdakwah, beliau tidak langsung menuju ke Ka’bah di mana Ka’bah adalah tempat berkumpulnya masyarakat Makah waktu itu, tetapi beliau berdakwah kepada keluarganya terlebih dahulu. Hal ini juga atas petunjuk dari Allah langsung sebagaimana firmannya:
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat.” (Asy-Syu’arâ’: 214)
Sebab itulah mengapa orang yang pertama kali masuk Islam dari golongan wanita adalah Khadijah, siapa beliau? Istri Nabi. Dari golongan anak kecil Ali bin Abi Thalib, siapa beliau? Sepupu sekaligus anak asuh Nabi. Dari kalangan orang dewasa Abu Bakar, siapa beliau? kolega bisnis Nabi sekaligus sahabat karibnya.
Lihatlah, orang-orang yang pertama kali masuk Islam adalah keluarga dan orang-orang dekat beliau. Mengapa? karena objek tarbiyah beliau memang orang-orang terdekat pada mulanya.
Kita juga bisa melihat bagaimana Nabi Ibrahim mendidik Ismail. Dari hasil didikan beliau, muncul sosok Ismail yang sangat taat dengan perintah Allah juga perintah bapaknya, meskipun lehernya harus dipertaruhkan. Lihatlah juga bagaimana Nabi Ya’kub mendidik Yusuf. Hasil didikan beliau memunculkan sosok Yusuf yang pemurah, penyabar, dan pemaaf. Padahal jika mau, Yusuf bisa saja membalas kelakuan buruk kakak-kakaknya ketika beliau menjadi menteri ekonomi di Mesir kala musim paceklik datang.
Selanjutnya, objek ketiga berupa masyarakat. Tentu Islam hadir tidak hanya untuk menshalihkan individu tertentu dan atau keluarga tertentu, melainkan untuk menshalihkan semua orang yang menginginkan kebaikan di dunia dan di akhirat.
Secara tegas Allah memperingatkan kepada kita agar kita tidak tiga egois dengan keadaan orang lain. Allah berfirman yang artinya:
“Dan takutlah kalian terhadap fitnah yang tidak ditimpakan hanya untuk orang-orang yang zhalim saja dan ketahuilah bahwasanya azab Allah amatlah keras.”
Ayat ini memberikan indikasi bahwa kita jangan merasa aman ketika kita sudah shalih. Padahal di samping kanan dan kiri kita masih  banyak orang yang berbuat kezhaliman. Maka dari sini kita paham bahwa objek ketiga dari pendidikan adalah masyarakat umum.
Namun, apakah seseorang harus shalih individunya dahulu sebelum mendidik keluarga dan masyarakat? Tentu tidak. Yang diperlukan adalah sikap tawazun atau keseimbangan antara menshalihkan diri sendiri dengan menshalihkan keluarga dan menshalihkan masyarakat. Sebab itulah Rasulullah menyampaikan, “Sampaikanlah dariku meski hanya satu ayat.” Artinya apa yang kita sampaikan adalah apa yang kita ketahui.
Rasulullah dalam mendidik masyarakat pun tidak menunggu keluarganya shalih semua. Kita lihat paman beliau, Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil, keduanya adalah keluarga dekat Nabi saw. namun mereka tetap ingkar dan Rasul pun tetap melanjutkan tugasnya mendidik masyarakat Makah.
Prioritas pendidikan dalam Al-Quran
Dalam kajian fiqih kita akan menemukan apa yang oleh para ulama dinamakan dengan fiqih urutan masalah atau fiqih prioritas. Fiqih prioritas adalah cabang ilmu fiqih yang membahas amalan apa yang sebaiknya didahulukan atas amalan-amalan lainnya. Fiqih prioritas ini membahas mana yang baik dan mana yang lebih baik. Mana yang buruk dan mana yang lebih buruk. Dengan fiqih prioritas, umat muslim akan dapat mengamalkan ajaran Islam dengan cermat dan efektif.
Begitu pula dalam hal pendidikan. Ada pendidikan yang sedini mungkin harus diajarkan dan ada pendidikan yang harus menunggu waktu-waktu tertentu untuk diajarkan. Orang tua dan juga pendidik semisal guru, ustadz, dan pendidik lainnya, harus memahami hal ini. Sehingga pendidikan yang diberikan lebih efektif dan mengena. Banyak terjadi, karena kecakapan yang kurang dalam masalah prioritas, guru mengajarkan hal-hal yang tidak penting dan meninggalkan hal-hal yang penting. Atau juga mengajarkan hal yang penting namun meninggalkan hal yang lebih penting.
Hal-Hal yang Menjadi Prioritas Pengajaran
Yusuf al-Qardhawi menyebutkan bahwa misi para nabi adalah mengajarkan tiga hal penting. Ketiga hal ini harus diprioritaskan atas hal-hal yang lainnya dan hendaknya ketiga hal tersebut adalah pelajaran pertama yang diterima oleh anak didik. Ketiga hal tersebut merupakan intisari dari risalah para nabi. Ketiganya adalah: dakwah tauhid, dakwah iman kepada hari akhir, dan dakwah menyeru kebaikan.
Pertama, Tauhid. Inilah yang pertama kali harus diajarkan kepada siapa pun. Termasuk anak-anak. Tauhid merupakan kunci dari semua kunci. Puncak ilmu dari semua ilmu. Ibarat rumah, maka tauhid adalah dasar bangunan. Jika dasar rapuh, rumah akan rapuh. Jika kuat, rumah akan kuat.
Tauhid adalah dakwah para nabi dan rasul. Semenjak Allah mengangkat Nuh alaihi salam sebagai rasul sampai Allah mengutus Muhammad saw. sebagai penutup nabi dan rasul, kesemuanya membawa satu risalah, yaitu risalah tauhid. Dalam banyak ayat Allah menerangkan akan esensi dakwah tauhid para nabi dan rasul.
Dalam surat Hud, Nuh as. menyeru kepada kaumnya “Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.” Begitu pula nabi-nabi setelahnya. Menyerukan hal yang sama yakni tauhid. Sebagaimana ayat yang sering dijadikan Rasulullah hujjah ketika beliau menyurati para penguasa Timur Tengah:
Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Ali-Imran: 64)
Inilah dakwah para rasul yang utama. Maka seyogianya, setiap pendidik muslim, yang diajarkan kepada anak didiknya adalah ketauhidan. Sebab tauhid adalah kunci dari surga. Siapa yang tidak mendapatkan tauhid, tidak akan pernah mencicipi bau harum surga.
Kedua, Iman kepada hari akhir. Setalah mengetahui hakikat tauhid, maka pelajaran kedua yang diprioritaskan atas yang lainnya adalah keimanan kepada hari akhir. Mengapa demikian? sebab dengan keimanan kepada hari akhir, seseorang akan mengetahui kenapa dia harus dilahirkan ke dunia, dan kenapa diperintahkan ini dan itu di dunia.
Manusia harus paham akan hari akhir. Mengimani bahwa setelah hari akhir ada kehidupan yang lebih abadi dan lebih baik dari pada kehidupan di dunia. yang mana kehidupan yang lebih baik tersebut tidak akan didapat kecuali dengan kebaikan di alam dunia.
Dengan kesadaran bahwa suatu saat dia akan mati, maka seseorang akan sadar bahwa hidup aslinya bukan di dunia melainkan di akhirat. Dia juga akan sadar dengan pendidikan para guru bahwa di akhirat hanya ada dua tempat; surga dan neraka. Jika ia tidak di surga maka ia di neraka. Jika ia tidak di neraka berarti ia di surga. Insan mana yang tidak menginginkan surga?
Dengan pemahaman bahwa akan ada kehidupan setelah kematian, dan kehidupan tersebut lebih nikmat dari kenikmatan dunia dan lebih sengsara dari kesengsaraan dunia, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan kenikmatan hari akhir.
Yang ketiga, adalah pendidikan untuk beramal kebaikan. Baik dan berbuat baik adalah fitrah manusia. Maka pendidikan berfungsi untuk menjaga kebaikan tersebut dan jangan sampai ternodai oleh kesyirikan dan kezhaliman. Semua nabi dan semua rasul dalam berbagai risalah langitnya telah memerintahkan para kaumnya untuk berbuat baik. Misalnya kaum Madyan. Kaum Madyan adalah kaumnya Nabi Syu’aib. Nabi Syu’aib memerintahkan kaumnya untuk tidak berlaku curang dalam timbangan dan takaran. Nabi Luth memerintahkan kaumnya untuk tidak bersyahwat terhadap satu jenis. Dan juga Nabi Muhammad yang dalam Al-Quran menganjurkan bahkan memerintahkan kita semua untuk melakukan kebaikan dan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi keburukan dan kezhaliman.
Tiga hal tersebutlah yang harus diutamakan untuk diajarkan oleh seorang pendidik atau murabbi sebelum mengajarkan hal-hal yang lainnya. Tidak akan ada manfaatnya jika seorang pendidik mampu mendidik anaknya menjadi ahli kimia, ahli fisika, dan lain-lain, namun dia gagal mengajarkan ketauhidan, akhirnya anaknya bermain syirik. Dia juga gagal mengajarkan sopan santun, sehingga akhlak pergaulannya dengan sesama sangat buruk. Semoga Allah mengaruniai kita kekuatan dalam mendidik hawa nafsu kita dan anak-anak didik kita. Amin

Sumber: http://www.dakwatuna.com/konsep-pendidikan-dalam-al-quran

Peran sekolah dalam pendidikan karakter anak

Peran sekolah dalam pendidikan karakter anak


Banyak orang yang belum paham benar mengenai peran sekolah yang sebenarnya.  Sebagian orang menilai bahwa sekolah adalah tempat dimana anak harus belajar, dan mereka juga menilai bahwa kesuksesan dari sebuah sekolah dilihat dari keberhasilan dalam mencetak siswa-siswa juara yang berprestasi.  Benarkah hanya itu pengertian sekolah bagi kebanyakan orang? Bukankah seharusnya kita menyadari  peran sekolah dalam pendidikan karakter anak.

Anda pasti pernah merasakan bangku sekolah, saat itu Anda pasti juga merasa bahwa sekolah bagaikan rumah kedua Anda, karena hampir separuh hari waktu yang Anda miliki Anda habiskan untuk berkegiatan di sekolah, hal tersebut yang menjadikan peran sekolah dalam pendidikan karakter anak perlu diperhatikan.  Kalau memang benar bahwa sekolah adalah tempat dimana mereka diharuskan untuk belajar, sudah pasti Anda dulu saat di sekolah akan dilanda kebosanan.  Belajar yang saya maksud disini adalah berkutat pada pelajaran untuk mendapatkan nilai akademis yang tinggi.

Memang benar bahwa sekolah adalah tempat belajar bagi para siswa, tapi apa yang bisa dipelajari di sekolah?  Yang pasti bukan hanya prestasi dalam bidang akademis saja.  Prestasi akademis memang penting, tapi seorang siswa juga harus berprestasi dalam bidang non akademis, hal tersebut akan berperan penting untuk kesuksesannya di masa depan.  Prestasi non akademis tersebut seharusnya bisa didapatkan anak di sekolah, karena sekolah adalah tempat yang paling tepat bagi anak untuk mempelajari berbagai macam hal. Sekarang Hipnoterapi Jogja akan sedikit menjelaskan mengenai beberapa peran sekolah dalam pendidikan karakter anak.

4 Peran Sekolah dalam Pendidikan Karakter Anak
Seperti yang saya tulis di atas bahwa anak bisa mempelajari berbagai macam hal di sekolah.  Hal tersebut akan membuat anak berkembang dengan lebih baik dan akan mampu menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.  Berikut 4 peran sekolah dalam pendidikan karakter anak.

1. Sebagai tempat bagi anak untuk lebih berekspresi

Sekolah seharusnya memberikan kesempatan bagi anak untuk menunjukkan kemampuan mereka, hal itu akan menjadi modal siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri.  Bukan hanya kemampuan belajar di dalam kelas saja, tapi juga kemampuan mereka di luar kelas, misal saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, berorganisasi, maupun saat jam istirahat.

2. Sebagai tempat bagi anak untuk menemukan bakat

Semua anak terlahir dengan mempunyai bakat mereka masing-masing.  Akan tetapi tidak semua anak mengetahui bakat yang mereka miliki, walaupaun ada beberapa yang sudah mengetahui bakat mereka sejak kecil.  Bagi anak  yang belum mengetahui bakat mereka, guru di sekolah berkewajiban membekali mereka dengan ilmu pengetahuan yang ada, agar anak mampu menggali bakat mereka.

3. Sebagai tempat untuk belajar lebih menghargai

Anda semua pasti tahu bahwa saat berada di sekolah anak tidak hanya berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain.  Anak juga akan berinteraksi dengan orang-orang yang termasuk bagian dari sekolah, seperti petugas kebersihan, satpam, pesuruh sekolah, bapak ibu kantin, dan juga tukang jajanan di lingkungan sekolah.  Dengan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan akan membantu anak untuk belajar lebih menghargai apapun profesi orang itu.

4. Sebagai tempat yang mengajarkan persahabatan

Saat ini diantara Anda pasti ada yang masih menjalin komunikasi yang baik dengan teman sekolah Anda, atau bahkan mungkin malah ada yang menjadikan teman sekolah sebagai partner bisnis.  Hal tersebut dikarenakan persahabat yang terjalin semenjak sekolah merupakan hal terindah yang bisa terus dijalin hingga dewasa.  Dan sekolah yang baik akan menciptakan persahabatan bagi para siswanya.

Setelah memahami keempat hal di atas Anda tentu semakin mengerti peran sekolah dalam pendidikan karakter anak.  Peran sekolah dalam hal ini sudah pasti akan ikut berperan dalam pembentukan karakter anak.  Lalu apa hubungan hipnoterapi dengan pembentukan karakter anak?

Sebelumnya perlu kita ketahui bersama bahwa karakter seseorang bermula dari pikiran yang dia miliki.  Pikiran akan akan menjadi input untuk munculnya suatu perilaku tertentu.  Perilaku yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan terus menerus dalam jangka panjang tersebutlah yang nantinya akan membentuk karakter seseorang.  Hipnoterapi sendiri erat kaitannya dengan dunia pikiran.  Itulah mengapa hipnoterapi mempunyai peran dalam pembentukan karakter.

Kali ini kami dari Hipnoterapi Jogja akan menjelaskan sekilas mengenai hubungan hipnoterapi dengan pembentukan karakter anak.

Hubungan Hipnoterapi dengan Pembentukan Karakter Anak
Untuk anak.

Dapat meningkatkan rasa percaya diri seorang anak.  Agar seorang anak bisa berekspresi menunjukkan kemampuan yang dia miliki seorang anak harus memiliki rasa percaya diri.  Rasa percaya diri merupakan software yang bekerja dalam pikiran seorang anak. Percaya diri seorang anak perlu dimunculkan agar karakter-karakter positif lain bisa muncul.

Hipnoterapi bisa membantu anak untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan cara masuk ke dalam pikiran bawah sadar seseorang kemudian melakukan programming ulang pikiran.

Rasa percaya diri juga penting dimiliki seorang anak sebagai pondasi penting bagi kemampuannya bersosialisasi. Bersosialisasi menjadi kebutuhan sangat penting bagi seorang anak untuk kematangan emosinya.

Untuk Guru.

Seorang guru harus respek dengan kemampuan setiap anak yang memiliki keunikannya masing-masing.  Dengan hipnoterapi guru mampu memahami dunia anak didiknya yang beraneka ragam.  Dunia anak yang berbeda-beda juga memiliki gaya belajar yang berbeda-beda pula. Jika seorang guru mampu memahami dunia pikiran lewat hipnoterapi dengan baik, maka akan menjadi semakin mudah membimbing anak didiknya menemukan bakat dan keunikan masing-masing anak.

Dengan belajar hipnoterapi seorang guru juga akan semakin faham efek dari kata-kata yang diucapkan kepada anak didiknya. Berdasarkan pemahaman tentang mekanisme hipnoterapi guru dapat dengan cerdas mampu merancang sugesti yang memberdayakan murid. Kata-kata yang memberdayakan murid menjadi salah satu sarana penting untuk membantuk karakter anak yang tangguh.

Kesimpulan yang dapat kita ambil, hipnoterapi dapat Anda aplikasikan dalam berbagai hal. Dapat juga digunakan di sekolah guna meningkatkan efektifitas kegiatan sekolah dalam mendidik siswanya menjadi seorang yang berkarakter mulai.  Karena hipnoterapi erat kaitannya dengan akar dari perubahan karakter yaitu dunia pikiran.